Desa  

Desa Trucuk Siapkan Lahan TPS 3R, Kolaborasi Pemdes, Warga, ExxonMobil dan Alas Institute

banner 120x600
banner 468x60

BOJONEGOROKoran-memo.web.id – Persoalan sampah yang selama ini menjadi momok di berbagai daerah kini mulai ditangani secara serius oleh Pemerintah Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Melalui kolaborasi antara Pemdes, masyarakat, ExxonMobil, dan Alas Institute, Desa Trucuk resmi memulai persiapan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di wilayah RT 14.

Sebagai langkah awal, Pemdes Trucuk bersama warga setempat menggelar kegiatan syukuran sekaligus kerja bakti pembersihan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan TPS 3R. Tradisi syukuran atau babat alas dilakukan sebelum pembukaan lahan sebagai bentuk doa dan harapan agar program ini berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Program ini merupakan bagian dari inovasi pengelolaan sampah hasil inisiatif ExxonMobil bersama Alas Institute, sekaligus mendukung Gerakan Bersama Pengelolaan Sampah dan Perubahan Perilaku Hidup Bersih (Gerbang Sapu Bersih) di Desa Trucuk.

Desa Trucuk dipilih sebagai lokasi pembangunan TPS 3R karena dinilai memiliki modal sosial yang kuat serta rekam jejak yang baik dalam berbagai inovasi desa. Pelibatan aktif warga dalam setiap tahapan program menjadi salah satu kunci utama keberhasilan kegiatan ini.

Kepala Desa Trucuk, Sunoko, S.Sos., S.H., NL.P., mengatakan bahwa kegiatan pembersihan lahan ini merupakan langkah awal sebelum pembangunan TPS 3R dimulai.

“Hari ini Pemdes bersama warga membersihkan lahan yang nantinya akan didirikan TPS 3R. Sebelumnya kita laksanakan tradisi syukuran untuk babat alas pembukaan lahan. Sebagai informasi kepada masyarakat Desa Trucuk dan publik, pembangunan TPS 3R ini sepenuhnya didanai oleh pihak ExxonMobil, sedangkan untuk sosialisasinya dibantu oleh teman-teman dari Alas Institute,” ujar Sunoko.

Sunoko menambahkan, kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap program yang dicanangkan Bupati Bojonegoro, H. Setyo Wahono, terkait pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing desa.

Melalui program ini, setiap warga nantinya akan didorong untuk lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan. Warga akan dibekali tempat sampah, dan akan ada petugas yang mengambil sampah dari rumah-rumah warga untuk kemudian dikumpulkan dan diolah di TPS Desa.

Ke depan, inovasi pengelolaan sampah di Desa Trucuk ini diharapkan mampu membawa banyak dampak positif, mulai dari berkurangnya volume sampah yang dibuang sembarangan, lingkungan yang lebih bersih, hingga membuka peluang nilai ekonomis dari pengolahan sampah.

“Harapannya, sampah tidak lagi menjadi masalah, tapi justru bisa menjadi berkah dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” pungkas Kepala Desa Trucuk. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *