Bojonegoro-Koran-memo.web.id – Video yang menunjukkan aktivitas di sekitar Portal Jembatan TBB Terusan Bojonegoro-Blora baru-baru ini viral di media sosial, dengan dugaan adanya pungutan liar yang membuat warganet heboh.
Namun, Kepala Desa Luwihaji Kecamatan Ngraho Muntohar segera memberikan klarifikasi bahwa tidak ada unsur pungli di lokasi tersebut.
“Yang terjadi bukan pungli, melainkan pemberian uang ikhlas sebagai imbalan jasa kepada warga setempat yang membantu mengatur lalu lintas,” tegas Kades Muntohar saat diwawancarai di meja kerjanya melalui MBC Indonesia.
Menurutnya, masalah muncul ketika beberapa kendaraan yang melebihi muatan tidak mengetahui adanya portal di jembatan dan tetap melintas. Kondisi tersebut membuat lalu lintas terganggu, sehingga warga setempat secara sukarela membantu mengatur arus kendaraan. Pemberian uang dari sopir kepada mereka tidak ada unsur paksaan sama sekali.
Setelah kabar dugaan pungli menyebar, warga setempat tidak lagi membantu mengatur lalu lintas di lokasi portal.
Kades Muntohar juga menyampaikan bahwa lubang dari tiang portal yang belum terpasang sempurna pernah menyebabkan kecelakaan tunggal terhadap seorang motor pedagang sayur asal Jawa Tengah, meskipun tidak menimbulkan korban jiwa.
“Portal ini dibuat khusus untuk antisipasi kepadatan kendaraan besar yang melewati jalan kelas III C yang cukup sempit, tidak ada unsur tarikan liar sedikitpun, dan Portal dibuat tanpa adanya pembayaran alias gratis” jelasnya.
Tak hanya itu, Kades juga mengungkapkan bahwa ia siap menerima saran dari masyarakat. “InsyaAllah kedepannya akan mengusulkan kepada Pemkab Bojonegoro agar Jalan Luwehaji-Ngraho ditingkatkan kelasnya dan diperlebar untuk kenyamanan serta keamanan pengguna jalan,” pungkasnya.(Bgs/red)





